Minggu, 29 April 2012

Tips Harian

Amankan Kepala Busi Dari Hujan, Ikat Kabel Tie

Cegah banyak air masuk Tak hanya percikan air saja yang membasahi bodi ketika musim hujan tiba. Tapi, kecenderungan sobat buat melewati genangan air, itu bisa terjadi. Terutama, buat sobat yang nyemplak motor tipe bebek. Pastinya ketika melewati genangan air, busi juga kerap diterjang air.

Sedang di pacuan skubek, terlindungi cover bodi. Begitu juga pacuan sport yang letak businya cenderung berada di posisi mesin atas. Tapi, usah khawatir buat penyemplak bebek. Sobat, bisa gunakan cable tie atau kabel tie untuk mencegah air masuk ke bagian dalam kepala busi. Sebab, jika air masuk, pastinya arus listrik tidak mampu menghantar sempurna.

“Motor bisa brebet bahkan bisa mati juga,” ujar Kardi dari Kardi Mulia Motor di Jl. WR Supratman, Kp. Utan, Ciputat, Tangerang.

Kabel ini sobat posisikan di kepala busi dengan erat. Setidaknya, meski air sempat masuk, tapi tidak banyak tuh. Oh ya, cara ini juga banyak dipakai oleh mekanik balap demi menjaga kekencangan kepala busi agar tidak mudah lepas lho!

Toh, modalnya juga enggak mahal lho. Kabel tie dijual sekitar Rp 500 untuk satu piece.   (motorplus-online.com)Cegah banyak air masuk Tak hanya percikan air saja yang membasahi bodi ketika musim hujan tiba. Tapi, kecenderungan sobat buat melewati genangan air, itu bisa terjadi. Terutama, buat sobat yang nyemplak motor tipe bebek. Pastinya ketika melewati genangan air, busi juga kerap diterjang air.

Sedang di pacuan skubek, terlindungi cover bodi. Begitu juga pacuan sport yang letak businya cenderung berada di posisi mesin atas. Tapi, usah khawatir buat penyemplak bebek. Sobat, bisa gunakan cable tie atau kabel tie untuk mencegah air masuk ke bagian dalam kepala busi. Sebab, jika air masuk, pastinya arus listrik tidak mampu menghantar sempurna.

“Motor bisa brebet bahkan bisa mati juga,” ujar Kardi dari Kardi Mulia Motor di Jl. WR Supratman, Kp. Utan, Ciputat, Tangerang.

Kabel ini sobat posisikan di kepala busi dengan erat. Setidaknya, meski air sempat masuk, tapi tidak banyak tuh. Oh ya, cara ini juga banyak dipakai oleh mekanik balap demi menjaga kekencangan kepala busi agar tidak mudah lepas lho!

Toh, modalnya juga enggak mahal lho. Kabel tie dijual sekitar Rp 500 untuk satu piece.   (motorplus-online.com)

 

Modif Honda Scoopy, 2011 (Jakarta)

Honda Scoopy, Ban Lebar Demi Hot Rod

Honda Scoopy lansiran 2011 ini jadi pelampiasan Michel Frans Bowakh. Tentunya, buat menyalurkan ide kreatifnya dalam urusan modifikasi. “Udah lama terobsesi motor custom aliran hot rod,” kata Michel, sapaan akrabnya.

Demi memenuhi hasratnya, Michel dibantu temannya Anjar dari kru Brotehrhood of Low Rider (B_Low). Untuk pengerjaannya memakan waktu cukup lama, sekitar 6 bulan. Itu karena proses pengerjaan dilakukan secara bertahap disela-sela kesibukannya bekerja.

Aliran hot rod yang jadi acuan konsep skubek retro ini, dipertegas lewat pemakaian roda ukuran super lebar. Buat pelek depan-belakang, custom pakai pelek mobil. Bagian depan, pakai ukuran lebar 5 inci. Sedang buritan, disesaki lebar pelek 8 inci.
Konsep hot rod makin menonjol, karena Scoopy ini tak lagi aplikasi sok di sisi samping. Melainkan, monosok di tengah. Seakan, bodi ikut larut di dalam ban belakang lebar 180/55-14 yang dipakai. “Iya, biar ban dan bodi belakang tampak padat,” timpal Michel yang tinggal di Taman Meruya Ilir, Jakarta Barat ini.

Pemasangan sok belakang, mengandalkan rangka tambahan dekat tangki. Sedang buat sok-nya sendiri, mencomot dari monosok Yamaha Jupiter MX.

Mengikuti lebarnya ban dan pelek, panjang setang ikut ditambah. Michel tetap mengusung setang bawaan scoopy, tapi sisi kiri dan kanan setang ditambah pipa besi 7,5 cm.